top of page
  • Gambar penulisCalvin Tajujung

Tidak Ada Cara Lain

Berdiam. Berpikir. Bercerita.

Tiga tingkah manusia yang melekat erat dalam kehidupannya.

Semua tentu dapat dilakukan. Pertanyaanya adalah kenapa harus berdiam ketika ada cerita baik yang dapat dipikirkan dan kemudian diceritakan?



Tentu cerita baik yang dimaksudkan adalah Cerita Agung, yaitu Injil Yesus Kristus yang telah diwahyukan, dituliskan, diwariskan, dan diceritakan di dalam dan melalui Alkitab.

Sadar ataupun tidak, Cerita Agung ini menjadi standar dan pusat refleksi setiap cerita yang ada di dunia ini.

Cerita tentang kasih Allah bagi dunia yang puncaknya ada pada karya salib Kristus, ada membayangi setiap cerita kita.


Manusia memang telah kehilangan kemuliaan Allah. Hubungan mereka dengan Sang Pencipta telah rusak. Tapi kasih-Nya yaang begitu besar menghadiahkan anugerah secara cuma-cuma bagi mereka.

Hubungan yang telah rusak dimediasi-Nya dengan tubuh dan darah-Nya yang tak bercelah, sehingga menjadi pulih. Bukankah itu cerita baik?


Pergi dan ajarlah semua bangsa adalah amanat-Nya, adalah panggilan kita.


Jadi, jika cerita baik, Cerita Agung ini yang membayangi setiap cerita yang dijumpai sehari-hari, tidak ada cara lain selain menceritakannya kembali. Menceritakannya berulang-ulang sampai cerita baik ini menjadi topik utama di setiap cerita kita.


Pastilah kita tahu bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Hidup bukan hanya kesempatan untuk melayani, tetapi untuk memuliakan Tuhan dan menikmati Tuhan.

Jangan simpan cerita baikmu. Bagi dan ceritakanlah.


Tidak ada cara lain.


Soli Deo Gloria.


Catatan @baecirita

Pines Bush, New York

Akhir Februari 2023


30 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentarios


bottom of page